Portal Media Kota Tasikmalaya – Suasana subuh yang seharusnya khusyuk berubah menjadi kelabu di Karangjaya, Kabupaten Tasikmalaya. Tangis warga pecah ketika tanah di perkampungan mereka bergerak perlahan namun pasti, merusak rumah-rumah dan memaksa puluhan keluarga mengungsi demi keselamatan jiwa.
Peristiwa tanah bergerak ini terjadi pada dini hari, saat sebagian besar warga masih terlelap. Retakan tanah yang semakin melebar membuat bangunan rumah miring, dinding retak, bahkan beberapa ambruk tak bisa diselamatkan.
Subuh yang Berubah Jadi Kepanikan
Warga mengaku awalnya mendengar suara gemuruh pelan disertai getaran. Tak lama berselang, tanah di sekitar permukiman mulai bergeser. Dalam kondisi panik, warga berhamburan keluar rumah sambil menyelamatkan anggota keluarga dan barang seadanya.
“Pas azan subuh, tanah sudah bergerak. Rumah retak, suara kayu patah, kami langsung keluar sambil menangis,” ujar salah seorang warga dengan mata sembab.
Isak tangis tak terbendung ketika warga menyadari rumah yang mereka tempati puluhan tahun kini tak lagi layak huni.
Puluhan Rumah Rusak, Warga Mengungsi
Akibat kejadian tersebut, puluhan rumah dilaporkan mengalami kerusakan dengan tingkat bervariasi, dari retak ringan hingga rusak berat. Sebagian bangunan terancam ambruk jika tanah terus bergerak.
Warga terdampak terpaksa mengungsi ke tempat yang lebih aman, seperti rumah kerabat, musala, dan balai warga. Mereka berharap adanya bantuan darurat untuk memenuhi kebutuhan dasar, terutama makanan, selimut, dan kebutuhan bayi serta lansia.

baca juga: Tercium Bau Tak Sedap, Warga Karsanagara Tasikmalaya Ditemukan Meninggal Dunia
BPBD Lakukan Penanganan Darurat
Menanggapi kejadian ini, BPBD Kabupaten Tasikmalaya langsung turun ke lokasi untuk melakukan pendataan, asesmen kerusakan, serta memberikan imbauan kepada warga agar tidak kembali ke rumah yang dinilai rawan.
Petugas BPBD juga memasang garis pembatas di sejumlah titik berbahaya dan terus memantau pergerakan tanah, terutama karena wilayah tersebut masih berpotensi mengalami pergerakan susulan.
Faktor Curah Hujan Tinggi
Berdasarkan hasil pemantauan awal, tanah bergerak diduga dipicu oleh curah hujan tinggi yang terjadi dalam beberapa hari terakhir. Kondisi tanah yang labil serta kontur perbukitan memperbesar risiko terjadinya bencana serupa.
Pihak terkait mengimbau masyarakat agar tetap waspada, khususnya saat hujan deras berlangsung dalam waktu lama.
Harapan Bantuan dan Relokasi
Di tengah duka, warga berharap adanya bantuan dari pemerintah daerah maupun pihak terkait. Selain bantuan logistik, warga juga menginginkan solusi jangka panjang berupa relokasi ke tempat yang lebih aman.
“Kami takut kembali ke rumah. Kalau hujan turun lagi, kami khawatir tanah bergerak lebih parah,” kata seorang warga pengungsi.
Peristiwa ini menjadi pengingat bahwa bencana bisa datang kapan saja. Di subuh yang kelabu itu, warga Karangjaya hanya berharap satu hal: tempat tinggal yang aman untuk melanjutkan hidup mereka.




