Portal Media Kota Tasikmalaya – Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Wamendikdasmen) Atip Latipulhayat meresmikan SMAN 11 Tasikmalaya, sebuah sekolah menengah atas negeri yang telah lama dinantikan masyarakat Bungursari. Peresmian ini menjadi momen bersejarah sekaligus jawaban atas kebutuhan akses pendidikan menengah yang lebih merata di wilayah tersebut.
Peresmian SMAN 11 Tasikmalaya disambut antusias oleh warga, tokoh masyarakat, tenaga pendidik, serta para pelajar yang selama ini harus menempuh jarak cukup jauh untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang SMA negeri.
Jawaban atas Kebutuhan Akses Pendidikan
Dalam sambutannya, Prof. Atip Latipulhayat menyampaikan bahwa kehadiran SMAN 11 Tasikmalaya merupakan bentuk nyata komitmen pemerintah dalam memperluas dan memeratakan akses pendidikan berkualitas. Menurutnya, pendidikan menengah yang mudah dijangkau akan membuka peluang lebih besar bagi generasi muda untuk mengembangkan potensi diri.
Ia menegaskan bahwa negara harus hadir memastikan setiap anak mendapatkan hak pendidikan tanpa terkendala jarak maupun keterbatasan fasilitas.
Mimpi Lama Warga Bungursari Terwujud
Selama bertahun-tahun, warga Bungursari memperjuangkan berdirinya SMA negeri di wilayah mereka. Keterbatasan daya tampung sekolah dan jarak tempuh ke sekolah lain menjadi kendala utama bagi banyak keluarga. Dengan diresmikannya SMAN 11 Tasikmalaya, mimpi panjang masyarakat Bungursari akhirnya terwujud.
Keberadaan sekolah ini diharapkan mampu menekan angka putus sekolah sekaligus meningkatkan partisipasi pendidikan di tingkat menengah.

Baca juga: Polemik Stadion Padel Tasikmalaya: YPNS Adukan Dugaan Pelanggaran Batas Wilayah ke DPRD
Dukungan Pemerintah Pusat dan Daerah
Peresmian SMAN 11 Tasikmalaya juga menandai sinergi kuat antara pemerintah pusat dan pemerintah daerah. Melalui Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah, pemerintah pusat memberikan dukungan kebijakan dan penguatan sistem pendidikan, sementara pemerintah daerah berperan dalam penyediaan lahan, sarana prasarana, serta dukungan operasional.
Kolaborasi ini dinilai menjadi kunci keberhasilan pembangunan sekolah baru yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat.
Fasilitas dan Harapan Mutu Pendidikan
SMAN 11 Tasikmalaya dibangun dengan fasilitas penunjang pembelajaran yang memadai, mulai dari ruang kelas, ruang guru, hingga sarana pendukung kegiatan siswa. Pemerintah berharap sekolah ini tidak hanya hadir secara fisik, tetapi juga mampu memberikan layanan pendidikan yang bermutu dan berdaya saing.
Prof. Atip menekankan pentingnya peran guru dan tenaga kependidikan dalam menciptakan lingkungan belajar yang aman, inklusif, dan inspiratif bagi peserta didik.
Dorong Peningkatan SDM Lokal
Dengan hadirnya SMAN 11 Tasikmalaya, pemerintah berharap kualitas sumber daya manusia di wilayah Bungursari dan sekitarnya semakin meningkat. Pendidikan menengah menjadi fondasi penting dalam mempersiapkan generasi muda menghadapi tantangan masa depan, baik untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang lebih tinggi maupun memasuki dunia kerja.
Sekolah ini juga diharapkan mampu menjadi pusat kegiatan pendidikan dan pembinaan karakter generasi muda di wilayah tersebut.
Simbol Pemerataan Pendidikan
Peresmian SMAN 11 Tasikmalaya menjadi simbol pemerataan pembangunan pendidikan di daerah. Pemerintah menegaskan komitmennya untuk terus menghadirkan fasilitas pendidikan yang layak dan berkualitas hingga ke wilayah pinggiran.
Melalui langkah ini, diharapkan tidak ada lagi anak-anak yang tertinggal dalam memperoleh pendidikan hanya karena keterbatasan akses.




