Warga Kampung Selaawi Tasikmalaya Sudah Setahun Donasi Rp 1.000 Sehari

oleh -278 Dilihat
oleh

Petugas program Gerbu Kampung Selaawi Tasikmalaya sedang menarik iuran Rp 1.000 per hari.

Portal Media Kota Tasikmalaya – Pemerintah Provinsi Jawa Barat (Pemprov Jabar) baru-baru ini mengeluarkan kebijakan sosial berupa imbauan bagi masyarakat untuk menyisihkan uang Rp 1.000 per hari guna membantu sesama. Kebijakan ini tertuang dalam Surat Edaran Nomor 149/PMD.03.04/KESRA tentang Gerakan Rereongan Sapoe Sarebu (Poe Ibu). Namun, di tengah beragam tanggapan publik, warga RW 05 Kampung Selaawi, Kelurahan Tuguraja, Kecamatan Cihideung, Kota Tasikmalaya justru mengaku telah lebih dulu menjalankan gerakan serupa secara mandiri.

Ketua RW 05 Kampung Selaawi menjelaskan, gerakan donasi seribu rupiah per hari telah berjalan selama lebih dari satu tahun. Warga menyebutnya dengan nama Gerbu, singkatan dari Gerakan Seribu. Gerakan ini lahir dari inisiatif masyarakat lokal yang ingin saling membantu di tengah kesulitan ekonomi pasca pandemi.

Baca Juga : Asal-usul Nama Kampung Siluman di Tasikmalaya

“Gerbu ini sudah berjalan 16 bulan. Setiap kepala keluarga menyisihkan seribu rupiah setiap hari. Dana tersebut kami kelola secara transparan untuk membantu warga yang kesulitan biaya kesehatan, pendidikan, hingga pembangunan fasilitas umum,” ujar salah satu penggerak Gerbu kepada wartawan, Selasa (7/10/2025).

Hingga kini, saldo hasil donasi warga telah mencapai lebih dari Rp 100 juta, dan digunakan untuk berbagai kepentingan sosial. Mulai dari membantu warga sakit, biaya pemakaman, hingga pembangunan saluran air dan sarana ibadah. Semua kegiatan tersebut dijalankan dengan prinsip gotong royong dan pengawasan bersama.

Munculnya kebijakan Gerakan Poe Ibu dari Pemprov Jabar kemudian memunculkan beragam respons. Sebagian masyarakat menyambut baik karena dinilai memperkuat budaya gotong royong khas Sunda. Namun, tidak sedikit pula yang menilai kebijakan ini perlu kajian mendalam agar tidak menjadi beban tambahan bagi masyarakat kecil.

Bagi warga Kampung Selaawi, kebijakan itu justru menjadi pengakuan atas pentingnya gerakan solidaritas yang telah mereka lakukan. “Kami sudah membuktikan bahwa donasi kecil, kalau dilakukan bersama, bisa berdampak besar. Jadi ketika ada kebijakan dari pemerintah, kami justru mendukung, asal pelaksanaannya tidak dipaksakan,” ujar tokoh masyarakat setempat.

Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, sebelumnya menjelaskan bahwa Gerakan Rereongan Sapoe Sarebu (Poe Ibu) bertujuan untuk memperkuat nilai-nilai kepedulian sosial dan mendorong masyarakat menumbuhkan kesadaran berbagi tanpa melihat latar belakang ekonomi. Dana yang terkumpul rencananya akan dikelola untuk program sosial, pendidikan, dan bantuan bagi masyarakat miskin.

Kampung Selaawi kini menjadi contoh nyata penerapan konsep kemandirian sosial berbasis gotong royong di Jawa Barat. Keberhasilan program Gerbu menunjukkan bahwa kekuatan solidaritas lokal dapat menjadi solusi efektif untuk menghadapi berbagai tantangan sosial di tingkat masyarakat akar rumput.

Shoppe Mall

No More Posts Available.

No more pages to load.