
Portal Media Kota Tasikmalaya — Kecelakaan lalu lintas kembali terjadi di jalur rawan Tanjakan Gentong, Kecamatan Kadipaten, Kabupaten Tasikmalaya, Rabu (23/7/2025) sore. Peristiwa ini melibatkan dua kendaraan besar: truk Fuso bermuatan susu bubuk bernomor polisi B 9075 KYU dan dump truk pengangkut pasir. Benturan keras di jalur menurun yang dikenal ekstrem ini menyebabkan kedua kendaraan terguling dan menutup sebagian badan jalan, serta mengakibatkan dua orang sopir mengalami luka cukup serius.
Salah satu sopir dilaporkan mengalami luka robek di kaki dan patah tulang akibat benturan keras di bagian depan kabin. Korban langsung dievakuasi petugas kepolisian dan tim medis menuju rumah sakit terdekat untuk mendapatkan perawatan intensif. Sementara itu, sopir lainnya mengalami luka ringan namun tetap mendapat penanganan medis.
Kronologi Kejadian
Berdasarkan keterangan KBO Satlantas Polres Tasikmalaya Kota, IPTU Soni Alamsyah, kecelakaan bermula ketika truk Fuso yang melaju dari arah Bandung kehilangan kendali karena rem blong saat menuruni Tanjakan Gentong. Truk tersebut melaju dengan kecepatan tinggi dan tidak mampu berhenti meski sopir telah menginjak rem berkali-kali.
“Kejadian laka lantas di tanjakan Gentong ini melibatkan dua kendaraan besar. Menurut keterangan sopir, truk Fuso mengalami rem blong saat melintas di turunan, sehingga tidak bisa mengendalikan laju kendaraan. Akibatnya menabrak dump truk yang berada di depannya,” ujar IPTU Soni di lokasi kejadian.
Benturan keras membuat kedua truk terguling melintang di jalur utama. Posisi kendaraan yang saling menimpa membuat evakuasi tidak bisa dilakukan dengan cepat. Arus lalu lintas dari dua arah—Bandung menuju Tasikmalaya dan sebaliknya—langsung tersendat dan mengular hingga beberapa kilometer.
Dampak dan Proses Evakuasi
Petugas kepolisian dari Satlantas Polres Tasikmalaya Kota bersama personel Dinas Perhubungan Kabupaten Tasikmalaya bergerak cepat mengamankan lokasi kejadian. Jalur dialihkan dengan sistem buka-tutup demi memperlancar arus kendaraan yang sempat terhenti total selama proses evakuasi berlangsung.
“Proses evakuasi menggunakan dua unit derek berat karena posisi truk benar-benar menutup jalur utama. Kami juga melakukan pembersihan material tumpahan muatan untuk mencegah insiden lanjutan,” jelas IPTU Soni.
Selain mengevakuasi kendaraan, petugas juga melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) untuk mengetahui secara pasti penyebab kecelakaan. Pemeriksaan awal mengindikasikan rem blong sebagai penyebab utama, namun faktor kondisi jalan dan kecepatan kendaraan juga akan ditelusuri lebih lanjut.
Jalur Gentong: “Titik Hitam” Laka Lantas
Tanjakan Gentong dikenal sebagai salah satu “titik hitam” kecelakaan lalu lintas di wilayah Priangan Timur. Jalur ini merupakan penghubung strategis antara Bandung dan Tasikmalaya, dengan kontur jalan menurun panjang, tikungan tajam, serta volume kendaraan berat yang tinggi. Tak jarang, rem blong atau kelalaian pengemudi menjadi pemicu insiden serupa.
“Jalur Gentong memang rawan. Kami selalu mengimbau kepada pengendara—terutama kendaraan besar—untuk melakukan pengecekan rem dan kondisi kendaraan sebelum melintas di jalur ini,” tegas IPTU Soni.
Pihak kepolisian juga menyarankan para pengemudi menggunakan jalur alternatif jika kendaraan tidak dalam kondisi prima, serta memanfaatkan jalur penyelamat (escape lane) yang tersedia jika mengalami kendala teknis saat melaju.
Imbauan & Tindakan Lanjutan
Pasca kejadian, Satlantas Polres Tasikmalaya akan melakukan evaluasi bersama Dinas Perhubungan untuk memperketat pengawasan dan pemeriksaan kendaraan berat sebelum memasuki jalur Gentong. Selain itu, rambu-rambu peringatan dan petugas pengatur lalu lintas akan ditambah di beberapa titik rawan.
“Kami akan meningkatkan pengawasan kendaraan berat, terutama di titik-titik awal tanjakan. Sopir wajib memastikan rem berfungsi sempurna. Kecelakaan ini bisa jadi pelajaran penting agar kejadian serupa tidak terulang,” pungkas IPTU Soni.
Hingga Rabu malam, arus lalu lintas di jalur Gentong telah kembali normal setelah evakuasi kendaraan selesai dilakukan sekitar pukul 20.00 WIB. Meski demikian, petugas masih berjaga untuk mengantisipasi lonjakan kendaraan yang terjebak antrean panjang sebelumnya.




