Portal Media Kota Tasikmalaya – Kebutuhan darah selama bulan Ramadan di Tasikmalaya mengalami peningkatan signifikan. Kondisi ini membuat Palang Merah Indonesia setempat terus berupaya mengejar ketersediaan stok darah agar tetap mencukupi kebutuhan rumah sakit dan pasien.
Lonjakan kebutuhan darah tersebut umumnya terjadi selama Ramadan karena jumlah pendonor cenderung menurun, sementara kebutuhan layanan kesehatan tetap tinggi.
Permintaan Darah Meningkat
Unit donor darah Palang Merah Indonesia di Tasikmalaya mencatat adanya peningkatan permintaan darah dari sejumlah rumah sakit.
Kondisi ini mendorong PMI untuk melakukan berbagai upaya guna menjaga ketersediaan stok darah agar pelayanan kepada pasien tidak terganggu.

Donor Darah Berkurang saat Ramadan
Salah satu faktor yang memengaruhi stok darah adalah menurunnya jumlah pendonor selama bulan puasa. Banyak masyarakat yang menunda kegiatan donor darah karena sedang menjalankan ibadah puasa.
Padahal, secara medis donor darah tetap bisa dilakukan selama Ramadan dengan memperhatikan kondisi kesehatan pendonor.
PMI Gencarkan Kegiatan Donor
Untuk mengatasi kekurangan stok, Palang Merah Indonesia di Tasikmalaya menggencarkan berbagai kegiatan donor darah, termasuk melalui kerja sama dengan instansi, komunitas, serta masyarakat.
Kegiatan donor darah juga sering dilaksanakan pada malam hari setelah waktu berbuka puasa agar lebih banyak masyarakat dapat berpartisipasi.
Imbauan kepada Masyarakat
PMI mengajak masyarakat yang memenuhi syarat kesehatan untuk ikut berpartisipasi dalam kegiatan donor darah.
Partisipasi masyarakat dinilai sangat penting untuk membantu menjaga ketersediaan stok darah, sehingga kebutuhan pasien di rumah sakit tetap dapat terpenuhi selama bulan Ramadan.






