Portal Media Kota Tasikmalaya – Upaya meningkatkan akses literasi bagi penyandang disabilitas terus dilakukan oleh Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Daerah Kota Tasikmalaya. Melalui kerja sama dengan sejumlah Sekolah Luar Biasa (SLB), program literasi inklusif digalakkan agar seluruh lapisan masyarakat, termasuk penyandang disabilitas, memiliki kesempatan yang sama dalam memperoleh pengetahuan.
Program ini dilaksanakan di wilayah Tasikmalaya sebagai bagian dari komitmen pemerintah daerah dalam menghadirkan layanan perpustakaan yang ramah dan inklusif bagi semua kalangan.
Perluas Akses Literasi Inklusif
Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Daerah Kota Tasikmalaya menyampaikan bahwa kolaborasi dengan SLB bertujuan memberikan akses bacaan yang lebih luas bagi siswa penyandang disabilitas.
Melalui kegiatan ini, para siswa mendapatkan kesempatan untuk mengenal berbagai jenis buku, termasuk buku dengan format khusus yang dapat diakses oleh penyandang disabilitas, seperti buku bergambar, buku braille, hingga materi bacaan yang disesuaikan dengan kebutuhan mereka.

Dorong Minat Baca sejak Dini
Selain menyediakan bahan bacaan, kegiatan literasi juga diisi dengan berbagai aktivitas edukatif seperti membaca bersama, permainan edukasi, serta diskusi ringan yang bertujuan menumbuhkan minat baca sejak dini.
Program ini diharapkan mampu meningkatkan rasa percaya diri para siswa sekaligus mendorong mereka untuk lebih aktif dalam kegiatan belajar.
Wujud Perpustakaan Ramah Disabilitas
Pemerintah Kota Tasikmalaya terus mendorong terciptanya layanan perpustakaan yang ramah bagi penyandang disabilitas. Upaya tersebut dilakukan melalui penyediaan fasilitas yang lebih aksesibel serta pengembangan program literasi yang inklusif.
Dengan menggandeng SLB, diharapkan kegiatan literasi dapat menjangkau lebih banyak penyandang disabilitas di Tasikmalaya.
Komitmen Tingkatkan Literasi Masyarakat
Kolaborasi antara pemerintah daerah dan lembaga pendidikan ini menjadi langkah strategis dalam meningkatkan kualitas literasi masyarakat secara menyeluruh.
Melalui program tersebut, Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Daerah Kota Tasikmalaya berharap budaya membaca dapat tumbuh di semua kalangan tanpa terkecuali, sehingga setiap warga memiliki kesempatan yang sama untuk mengembangkan potensi diri melalui literasi.





