Portal Berita Kota Tasikmalaya – Menjelang Hari Raya Idulfitri, permintaan penukaran uang baru meningkat tajam di berbagai daerah, termasuk di wilayah Tasikmalaya. Namun, masyarakat mengeluhkan sulitnya mendaftar penukaran uang baru melalui aplikasi resmi milik Bank Indonesia, yaitu PINTAR BI.
Di tengah keluhan tersebut, fenomena calo digital justru ramai bermunculan di media sosial. Sejumlah akun menawarkan jasa pendaftaran penukaran uang baru dengan imbalan biaya tambahan.
Sulit Daftar Lewat Aplikasi
Sejumlah warga Tasikmalaya mengaku kesulitan mendapatkan jadwal penukaran uang baru melalui aplikasi PINTAR BI. Saat mencoba melakukan pendaftaran, kuota sering kali sudah habis hanya dalam hitungan menit setelah jadwal dibuka.
Bahkan, beberapa pengguna mengaku tidak berhasil mengakses sistem pendaftaran karena aplikasi atau situs yang digunakan kerap mengalami gangguan akibat tingginya jumlah pengunjung.
Kondisi ini membuat banyak masyarakat merasa kesulitan untuk mendapatkan uang pecahan baru yang biasanya digunakan untuk tradisi berbagi saat Lebaran.

Baca juga: Jelang Lebaran, Satlantas Polres Tasikmalaya Siap Kawal Arus Mudik Tahun ini
Muncul Calo Digital di Media Sosial
Di tengah keterbatasan kuota tersebut, sejumlah akun di media sosial mulai menawarkan jasa pendaftaran penukaran uang baru. Mereka mengklaim dapat membantu masyarakat mendapatkan slot penukaran melalui aplikasi resmi Bank Indonesia.
Para calo digital ini biasanya meminta biaya jasa yang bervariasi, mulai dari puluhan ribu hingga ratusan ribu rupiah, tergantung jumlah uang yang ingin ditukarkan.
Fenomena ini menuai kritik dari masyarakat karena dianggap memanfaatkan situasi sulitnya akses pendaftaran resmi.
BI Tasikmalaya Belum Beri Penjelasan
Hingga kini, pihak kantor perwakilan Bank Indonesia di Tasikmalaya belum memberikan penjelasan resmi terkait keluhan masyarakat mengenai sulitnya pendaftaran melalui aplikasi PINTAR BI maupun maraknya praktik calo digital.
Masyarakat berharap Bank Indonesia dapat segera memberikan klarifikasi sekaligus mencari solusi agar proses penukaran uang baru dapat dilakukan secara lebih mudah dan transparan.
Harapan Perbaikan Sistem
Banyak warga berharap sistem pendaftaran penukaran uang baru dapat diperbaiki agar lebih adil bagi masyarakat. Selain itu, pengawasan terhadap praktik percaloan di media sosial juga diharapkan dapat ditingkatkan.
Tradisi membagikan uang baru saat Lebaran merupakan bagian dari budaya yang sudah lama melekat di masyarakat. Oleh karena itu, masyarakat berharap proses penukaran uang dapat dilakukan dengan lebih mudah tanpa harus melalui perantara yang memanfaatkan situasi.





