Portal Media Kota Tasikmalaya – Kota Tasikmalaya menghadapi tantangan transparansi dan pelayanan publik menjelang libur panjang, terkait pengelolaan APBD dan antrean di stasiun kereta api. Fenomena antrean panjang di stasiun sekaligus sorotan penggunaan anggaran menjadi ujian bagi pemerintah daerah untuk memastikan akuntabilitas dan kenyamanan masyarakat.
Antrean Stasiun Kereta Api
Antrean di beberapa stasiun utama, termasuk Stasiun Tasikmalaya, terlihat padat menjelang libur dan musim mudik. Warga mengeluhkan lama menunggu, minimnya informasi, dan manajemen antrian yang belum optimal.
Salah satu penumpang menyampaikan, “Kami berharap ada penataan antrean yang lebih baik dan fasilitas yang memadai, supaya perjalanan tidak melelahkan.”

Baca juga: Wawalkot Buka Resmi Kejuaraan Pencak Silat Series 2026: Sarana Promosi Wisata Kota Tasikmalaya
Sorotan APBD
Selain antrean, penggunaan APBD Kota Tasikmalaya menjadi sorotan publik. Beberapa program dinilai masih kurang transparan, sehingga masyarakat berharap laporan anggaran dan realisasi program lebih mudah diakses dan jelas penggunaannya.
Akademisi lokal menekankan, “Transparansi APBD dan pelayanan publik berjalan beriringan. Jika masyarakat tidak tahu alokasi anggaran, mereka sulit menilai kinerja pemerintah.”
Upaya Pemerintah Kota
Pemerintah Kota Tasikmalaya melalui Dinas Perhubungan dan Bappeda mengaku tengah melakukan upaya untuk:
-
Menata ulang sistem antrean di stasiun
-
Memperkuat transparansi penggunaan APBD melalui laporan publik dan media sosial
-
Memastikan akses informasi dan pelayanan publik lebih responsif
Tantangan dan Harapan
Kota Tasikmalaya diharapkan dapat mengoptimalkan koordinasi antar instansi, agar pengelolaan anggaran dan pelayanan publik berjalan efisien, transparan, dan akuntabel. Hal ini penting tidak hanya untuk kepuasan warga, tetapi juga mendorong kepercayaan masyarakat terhadap pemerintah daerah.





